7 Cara Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan Ala Harvard Development Studies

Pointhub
5 min readJun 30, 2023

--

68% perwakilan SDM mengatakan kesejahteraan karyawan adalah prioritas mereka di tahun 2021. Tentu saja, ini bukan tanpa alasan. Dampak pandemi masih dirasakan di berbagai belahan negara, bahkan hingga saat ini. Selain itu, ada pula dampak negatif dari berbagai krisis geopolitik, bencana alam, bencana kemanusiaan, dan lainnya. Mereka semua bergabung bersama dan menyerang para pekerja. Suka atau tidak suka, Anda harus mengharapkan dampak negatif ini sebagai pemimpin SDM. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kesejahteraan karyawan Anda.

Sayangnya, ini masih belum “kompatibel”. Artinya, menurut Gallup, hanya 24% karyawan yang merasa perusahaan peduli dengan kesejahteraan mereka. 24% adalah persentase yang cukup kecil mengingat kesejahteraan karyawan telah menjadi prioritas sejak tahun 2020. Perhatikan grafik di bawah ini. Pada tahun 2020 mungkin mencapai 49%, namun pada tahun 2022 akan menurun menjadi 24%.

Penelitian Gallup hanya menggunakan pekerja Amerika. Lantas, bagaimana dengan kasus Indonesia? Manfaat MercerMarsh telah merilis laporan berjudul Kesehatan Sesuai Permintaan. Mereka melakukan survei terhadap 14.096 pekerja dari beberapa negara. 1007 pekerja, termasuk dari Indonesia. Ada tiga negara Asia yang diwakili dalam survei ini, China, India, Indonesia dan Singapura. Hasil survey menunjukkan adanya penurunan persentase “karyawan yang merasa disponsori oleh perusahaannya”. Pada 2019 menjadi 54%, sedangkan pada 2021 turun menjadi 48%.

Penurunan persentase kesejahteraan karyawan ini adalah berita buruk. Kabar baiknya, Anda sebagai pengelola masih bisa memperbaiki semua ini. Beberapa tips di bawah ini bisa Anda lakukan untuk mendapatkan kembali dukungan dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Lisa F. Berkman dan Meg Lovejoy adalah direktur Harvard Center for Population and Development Studies. Kali ini, keduanya akan berbagi tips terkait topik ini. Kiat-kiat ini diharapkan dapat mengubah praktik kerja perusahaan menjadi lebih baik dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Apa saja tipsnya, mari kita simak bersama.

Kiat untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan

1. Beri karyawan lebih banyak kendali atas cara mereka bekerja

Perhatikan tingkat otonomi kerja karyawan Anda. Itu harus benar-benar seimbang, tidak terlalu diatur mikro atau terlalu diskrit. Sebuah jurnal penelitian dari National Library of Medicine melaporkan sebuah artikel tentang topik ini.

Pusat panggilan layanan pelanggan memberikan pelatihan kepada karyawannya. Tidak hanya pelatihan biasa, mereka juga menawarkan pelatihan yang lebih lengkap, termasuk pelatihan bagaimana menanggapi emosi manusia.

Hasilnya, karyawan dapat lebih mudah menyelesaikan masalah pelanggan secara mandiri, tanpa harus berkonsultasi sedikit pun dengan atasannya. Kepuasan dalam memecahkan masalah tersebut secara langsung meningkatkan tingkat kesejahteraan dan kinerja.

2. Memberi karyawan lebih banyak fleksibilitas mengenai tempat mereka bekerja

Ingat, tidak semua jenis pekerjaan bisa menerapkan hal ini. Anda dapat menambahkan tunjangan liburan atau tunjangan lainnya untuk pekerja yang harus sudah berada di lokasi. Bagi pekerja yang masih bisa bekerja di luar kantor, Anda bisa memberikan keleluasaan.

Apakah Anda ingin berada di kantor atau di rumah? Asalkan, mereka mau mematuhi aturan atau kebijakan yang disepakati bersama. Misalnya seperti ini, Anda harus siap karena akan ada rapat mingguan, dan kali ini adalah batas akhir pengiriman konten desain atau peraturan lainnya.

3. Meningkatkan stabilitas jadwal karyawan

Saat ini, beberapa perusahaan retail atau jasa masih menggunakan penjadwalan yang tidak teratur karena berusaha mencocokkan tenaga kerja dan permintaan pelanggan yang bisa melonjak secara tiba-tiba.

Jadwal yang tidak teratur dan tidak dapat diprediksi tersebut tentunya akan menyulitkan karyawan Anda untuk “mengelola” kehidupan dan tanggung jawab pribadinya. Tidak hanya itu, kualitas tidur juga akan menurun. Tidur yang buruk berarti kesehatan fisik dan psikologis yang buruk.

Sebuah jurnal penelitian dari University of California Practical Life Law pernah membahas hal ini. Tiga toko ritel Gap di San Francisco Bay Area meningkatkan stabilitas penjadwalan karyawan dari Maret 2015 hingga Oktober 2015. Akibatnya, rata-rata penjualan toko meningkat sebesar 7% dan produktivitas karyawan meningkat sebesar 5%.

4. Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyampaikan pendapat di dalam perusahaan

Libatkan semua perwakilan departemen saat membuat keputusan perusahaan. Pada dasarnya, setiap keputusan perusahaan terlebih dahulu dikonsultasikan bersama. Anda pasti pernah mendengar percakapan seperti itu.

A: Mengapa kami menggabungkan departemen kami meskipun ada perbedaan?

B: Saya tidak tahu, katanya keputusan manajemen sudah final

Praktik seperti itu biasa terjadi meskipun tidak baik. Anda juga harus memperhitungkan suara mereka yang bergerak di area “jabatan fungsional” dari atas ke bawah.

5. Pastikan Anda memiliki staf yang cukup

Jurnal penelitian Stres Tempat Kerja dan Hasil Kesehatan: Sebuah kebijakan kesehatan di tempat kerja mengatakan bahwa tuntutan kerja yang sangat tinggi dapat meningkatkan kejadian depresi, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular lainnya hingga 35%. Selanjutnya, hal ini juga dapat meningkatkan angka kematian (mortality rate) sebesar 20%.

Oleh karena itu, mohon jangan biarkan perusahaan Anda mengalami kekurangan personel. Ini contoh sederhananya, kantor Anda sedang merekrut content creator. Namun, meja kerja di pekerjaan itu sangat banyak, bahkan terlalu banyak untuk satu orang. Anda harus mengurus analitik, iklan, SEO, pembuatan konten, copywriting, dan banyak lagi. Jangan lakukan hal seperti itu.

6. Dorong manajer untuk mencoba berempati dengan karyawan

Setiap karyawan memiliki kebutuhan dan tanggung jawab yang berbeda. Ada karyawan yang sangat senang ketika harus bekerja di kantor karena berbagai faktor. Ada juga karyawan yang lebih memilih bekerja di rumah karena berbagai faktor.

Dari sini, Anda bisa meminta bantuan pengelola untuk mencoba memahami satu sama lain. Menempatkan diri Anda pada posisi seseorang adalah mantra yang harus dipatuhi oleh para manajer. Nyatanya, ini tidak mudah karena sebagai manajer Anda harus menyeimbangkan kebutuhan perusahaan dengan kebutuhan karyawan.

Namun, menurut jurnal penelitian ini, jika manajer dapat mencapai hal tersebut, maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat, begitu juga dengan kinerja karyawan.

7. Memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan lintas departemen untuk bersosialisasi

Menciptakan budaya kerja dimana pegawai dapat bersosialisasi dengan rekan kerja merupakan strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. 7.484 pekerja Kanada mengambil bagian dalam sebuah penelitian.

Peneliti menyimpulkan bahwa kurangnya dukungan sosial dan tekanan pekerjaan yang tinggi adalah dua penyebab tekanan psikologis bagi mereka.

Pria dan wanita dapat terpengaruh oleh hal ini secara setara, tetapi survei mengatakan bahwa pria lebih mungkin terkena daripada wanita. Apapun itu, salah satu solusinya adalah tetap memberikan kesempatan kepada karyawan untuk bersosialisasi.

Kesimpulan

Riset Gallup menambahkan bahwa perusahaan yang lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan akan mengalami keterlibatan pelanggan yang lebih tinggi, peningkatan profitabilitas, peningkatan produktivitas, perputaran karyawan yang lebih rendah, dan banyak keuntungan lainnya.

Dalam jangka panjang, perusahaan yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan karyawannya cenderung memiliki karyawan yang juga peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan perusahaan.

Oh dan satu hal lagi, bagi Anda yang ingin meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan menerapkan beberapa program employee engagement yang bagus

--

--

No responses yet